LMFAO - Party Rock Anthem


Get Free Music at www.divine-music.info


Sabtu, 29 Oktober 2011

Jangan Tunggu Rem Blong Untuk Ganti Minyak Rem!

Oto Tips Mobil

Jangan Tunggu Rem Blong Untuk Ganti Minyak Rem!

OTOMOTIFNET - Semakin canggih sistem rem saat ini, tentu butuh minyak rem yang sanggup beradaptasi dengan rentang suhu tinggi. Maksudnya, jangan sampai kerja rem yang berat dan menimbulkan suhu tinggi di cakram terganggu gara-gara minyak yang digunakan tak sesuai spesifikasi.

Mau tahu kerjanya, tentu harus kenalan dulu dong dengan materialnya. Bahan dasar minyak rem ialah polyglycol ether, atau biasa disingkat glycol. Material ini dipercaya karena minyak rem akan bekerja di suhu panas tinggi, namun harus tetap dapat dikompresi dengan baik untuk menekan piston rem. Terpenting juga, jangan sampai merusak sil karet pada piston rem dan juga slang-slang rem. "

Karena efeknya bahan dasar ini ialah sifatnya yang mengikat air," jelas Peter Dionisius, product development PT. Autochem Industry selaku pemegang merek minyak rem Prestone. 

Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4
Sifat mengikat air itu membuat perawatan minyak rem sangat penting diperhatikan. "Usahakan tiap 20 ribu km atau paling lama 1 tahun sekali ganti, atau kuras minyak rem (Gbr.1)," wanti Taqwa SS, pemilik bengkel Garden Speed di bilangan Cilandak, Jaksel.

Jangan hanya berpatokan pada warna saja. Walau di tabung minyak masih terlihat jernih, bisa jadi jeroannya sudah kotor, termasuk minyak rem pada sistem kopling manual (Gbr.2). "Umumnya kotoran mengendap di bagian bawah slang rem atau yang dekat piston," lanjut Dion, panggilan akrab Dionisius.

Mempermudah perawatan sebenarnya mudah kok. Kalau lupa kelipatan kilometer atau mungkin indikator dasbor mati. Biasakan saja kuras minyak rem tiap kali mengganti kampas rem. Kalau sampai ketinggalan juga, parah-parahnya bakal bikin piston dan jalur minyak rem berkarat (Gbr.3). Apesnya kalau sampai rem blong.

Pertimbangan ketika membeli yakni spesifikasi DOT-nya. Rating masa kini jamaknya berada di angka DOT 3 dan DOT 4. Untuk yang bawaannya sudah memakai minyak rem DOT 3, jangan langsung asal ganti dengan minyak rem DOT 4 (Gbr.4). Walau spesifikasiya lebih tinggi, tapi belum tentu cocok dengan sistem rem masing-masing kendaraan.

"Yang kalah nanti di bagian slang dan karet-karet rem," urai pria 38 tahun yang tinggal di daerah Tangerang ini.

Sebaliknya untuk yang bawaannya sudah DOT 4. Walau untuk keadaan darurat masih bisa memakai minyak rem DOT 3, tapi ingat kalau kinerjanya tak akan maksimal saat dipakai bekerja ekstrem.
"Setelah itu harus secepatnya diganti," tutup Taqwa kali ini.

Kebiasaan Buruk Bikin Tombol Unlock Handbrake Avanza Mudah Pecah!

Tips Rem Toyota Avanza

Kebiasaan Buruk Bikin Tombol Unlock Handbrake Avanza Mudah Pecah!

Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum, kalau Toyota Avanza memiliki kelemahan pada seputar handel rem tangan. Tombol untuk unlock rem tangan kerap kali kedapatan pecah atau retak. “Padahal tangan saya enggak  sekuat atlet binaraga,” tutur Irwan yang menunggang Avanza G 2007.

Ini lantaran material plastik tombol mendapat beban cukup tinggi saat handbrake diaktifkan (diangkat). Namun tak usah kuatir bila tombol handbrake pada besutan kesayangan kedapatan pecah.

“Tak perlu sampai membeli handbrake cover kit versi genuine parts berharga ratusan ribu karena sudah ada versi pahenya,” terang Rudi Hansen dari bengkel OSS (Otomotif Service Station).

Sebelumnya, tombol yang pecah harus dibuatkan versi logam seperti aluminium atau babet karena tak tersedia di sentra onderdil. “Ongkosnya mencapai Rp 50 ribu tetapi dijamin awet seumur hidup,” jelas Rudi yang pernah mempraktekkannya.

Bentuknya menyerupai silinder yang diberi jalur drat (ulir) untuk dipasangkan kembali ke tuas unlock. Kini cukup dengan membeli tombol spare seharga Rp 40 ribu di toko langganan, handbrake kembali berfungsi normal (Gbr.1).

Cara pemasangannya juga sangat mudah. Tinggal melepas tombol dengan memutar berlawanan arah jarum jam alias counter clock wise (CCW) (Gbr.2). Setelah terlepas akan terlihat tuas unlock yang dilengkapi drat atau ulir (Gbr.3).

Pasangkan kembali tombol yang masih gres sama seperti saat mencopot. Lakukan dengan hati-hati untuk memastikan ulir tuas dan tombol benar-benar klop (Gbr.4). “Untuk menghindari ulir dol atau selek,” papar Rudi.

Sekadar tips agar tombol handbrake tak cepat retak, adalah membiasakan diri menekan tombol handbrake saat ingin mengaktifkan rem tangan (Gbr.5).

Proses yang sama dengan saat melepas rem tangan. Dengan cara ini, tombol handbrake bisa bertahan lebih lama karena tuas unlock tidak ‘bermain’ menghajar tombol plastik secara terus menerus.

Aditif Power Steering, Bikin Setir Tetap Enteng Tanpa Takut Bocor

Tips Power Steering Mobil

Aditif Power Steering, Bikin Setir Tetap Enteng Tanpa Takut Bocor


Penambahan PSC diimbangi pengurangan oli dalam volume yang sama
Jakarta - Saat ini, mobil pada umumnya menggunakan power steering model hidrolis. Dimana piston berperan memutar roda dengan bantuan pelumasan dan tekanan hydraulic fluid.

Rangkaian komponen yang menggerakkan mekanisme kerja power steering jenis hidrolis berpotensi mengalami kebocoran oli.

“Penyebab bocor biasanya karena sil aus di dalam steering rack atau di pompanya,” jelas Joko Widodo, service advisor Plaza Toyota di JL. Pemuda, Jaktim.

Joko juga menambahkan bahwa oli bisa berkurang akibat menguap karena ada tekanan suhu tinggi walaupun sedikit sekali. Berlaku dalam kondisi normal tanpa kebocoran.

Joko juga menjelaskan jika sudah terjadi kebocoran, kemampuan hidrolis masih ada, tetapi kemampuan melumasinya sudah tidak bisa.

Deteksi awal adalah adanya bunyi berdesing saat mesin dihidupkan pertama kali dalam kondisi masih dingin. Selain itu kemudi juga terasa berat tidak rata jika diputar.

Seiring usia dari sil karet pada pompa maupun steering rack and pinion pada power steering akan termakan. Cirinya bisa menjadi keras atau getas. Sehingga dalam jangka waktu tertentu power steering fluid mulai rembes dan bocor. Bisa dideteksi dari bunyi yang timbul ketika kemudi setir digerakkan ke kiri atau ke kanan.
Kebocoran juga bisa dideteksi dari rembasan pada komponen power steering. Putaran setir berat atau kurang mulus bisa menandakan gangguan power steering
Di pasaran onderdil, mobil.otomotifnet.com menjumpai Power Steering Conditioner (PSC) berlabel Wealthy. Setelah dihubungi, prinsipalnya menjamin produk terbaru dapat berfungsi mencegah hal seperti ini serta dapat memperpanjang umur dari komponen power steering.

Klaimnya, mampu menjaga kondisi power steering tetap prima dengan meminimalkan efek bunyi dan berat pada komponen hidrolis. “Juga dapat memperpanjang umur karet sil agar lebih awet,” jelas Alfons, prinsipal Wealthy di Meruya, Jakbar.

PSC mengandung bahan yang berfungsi untuk merawat karet dan tahan terhadap tekanan temperatur tinggi. Cara pemakaiannya, cukup tuangkan PSC sebanyak 100 ml ke tabung oli power steering. Namun minyak power steering seperti ATF standar Dexron II/III yang sudah ada harus dikeluarkan dengan jumlah yang sama.

Pada saat yang bersamaan dianjurkuntuk sekalian membersihkan saringannya. Di pasaran, Wealthy PSC dijual di harga retail senilai Rp 85 ribu untuk satu kemasan botol sedang berisi 100 ml. 

Test Drive Pajero Sport Transmisi Manual, Si Bongsor yang Irit

Test Drive

Test Drive Pajero Sport Transmisi Manual, Si Bongsor yang Irit


Jakarta – Melihat sosoknya yang bongsor, sebagian orang tentu tak menyangka jika konsumsi BBM Pajero Sport GLS M/T nyaris setara dengan Toyota Avanza. Namun itulah yang dirasakan oleh OTOMOTIFNET.COM saat menguji SUV 7-seater ini.

Mengambil rute Kebon Jeruk (Jakarta) – Cimahi – Bandung, yang diselingi dengan city touring di tiga kota tersebut,  Pajero Sport GLS M/T terbukti irit dengan hanya menghabiskan ¾ BBM dari kapasitas penuh tangki sebanyak 70 liter solar.

Tak berlebihan, sebab saat pengujian data di panel konsumsi BBM Pajero Sport GLS M/T menunjukan angka rata-rata 9 km/liter di dalam kota, dan rentang 10-12 km/liter di jalan tol.

Padahal sebelumnya, tak ada ekspektasi mengenai konsumsi BBM yang irit dari mobil berbobot 1,9 ton tersebut. Terutama berkat suara mesin yang diselingi siulan turbo, terdengar gahar.

Tengok saja spek mesin 2.5 liter DOHC Commonrail Turbointercooled yang tertanam di balik kap nya. Mesin ini mampu menyembur tenaga 136 dk di 3500 rpm dan torsi 314 Nm pada 2000 rpm.

Alhasil tenaga serta torsi Pajero Sport GLS M/T terbukti galak. Cukup injak sedikit pedal gas, dan akselerasi langsung mengisi di putaran rendah hingga menengah. Bahkan ketika masuk posisi gigi dua saat macet, tenaga menyentak masih kerap ditemui meski pedal hanya diinjak sedikit.

Mengusung mesin yang sangar, kabin Pajero Sport GLS M/T terasa nyaman karena kawalan suspensi depan tipe Independent Wishbone dengan coil Spring berstabiliser. Serta suspensi belakang tipe 3 link coil spring dengan Stabilizer.

Selain membuat nyaman, pemakaian suspensi itu juga membuat pengendalian mobil berharga Rp 364 juta (OTR Jakarta) ini makin mantap, baik saat di jalan perkotaan yang padat, atau saat diajak ngebut di jalan tol.

Meski varian ini adalah versi termurah dari keluarga Pajero Sport, namun mobil berpenggerak dua roda ini tetap dapat diandalkan sebagai SUV keluarga yang mampu memberi rasa nyaman tanpa meninggalkan kesan jantan dan tangguh dari sebuah SUV.

Spesifikasi Mesin Pajero Sport:

Type                                    : DOHC Commonrail Turbocharged and Intercooled, 
Displacement (cc)                : 2,477 4 Cylinder In-line
Bore x Stroke (mm x mm)    : 91.1 x 95.0
Max. Output ( dk/rpm )       : 136/3500
Max Torque ( Nm/rpm )       : 314/2000
Fuel System                        : Commonrail (Low Pressure) Direct Injection
Fuel Type                            : Diesel
Fuel Tank Capacity (liter)    : 70 l

Deteksi Gejala Per Mobil Bermasalah

Tips Mobil

Deteksi Gejala Per Mobil Bermasalah

 
RANTAUPRAPAT- Tak seperti komponen kaki-kaki lainnya, per termasuk yang jarang bemasalah. Tapi bukan berarti lantas menyepelekan perangkat ini. Sebab, “Kalo rusak, gejalanya susah dideteksi,” ujar Midun, dari workshop SMK Pemda di kawasan R.prapati, Sumut. Kerusakan paling parah, ulir per keong dan per daun bisa patah.

Melihat faktor penyebabnya, ada beberapa kerusakan yang dikhawatirkan akan sering terjadi. Terutama di konstruksi per daun. Yang paling mudah dideteksi, dari terkikis atau pecahnya bushing atau bantal per. Hal ini ditandai dari bunyi-bunyian yang berderit, akibat bersentuhannya bilah-bilah per satu dan lainnya. Kalau ini dibiarkan akan membuat efek menggerus antar bilah dan membuat per daun patah. Karena itu segera ganti dengan yang baru.

Kurang lebih sama dengan per keong. Untuk model per satu ini, masalah malah ditimbulkan oleh aplikasi selang yang dililitkan ke spiral per, yang ditujukan mencegah bersentuhan langsung dengan dudukannya. “Harus sering-sering dibersihkan! Terutama sehabis hujan dan mencuci kolong. Jangan sampe air ngumpul di selang. Karena bakal buat besi per berkarat dan bisa cepet patah,”

Deteksi Gejala Bearing Bermasalah

Tips Mobil

Deteksi Gejala Bearing Bermasalah

 
JAKARTA - Bunyi yang ditimbulkan bearing jika sudah aus, relatif berbeda dengan komponen lain pada kaki-kaki. Jika yang lain menunjukkan gejala lewat suara keras yang mengganggu, maka untuk bearing akan terdengar mendengung. Atau pada kecepatan rendah akan terdengar seperti bunyi logam tergerus. Hanya, hati-hati membedakannya dengan bunyi ban. Sebab beberapa kembang ban pun bisa menimbulkan bunyi.

Tapi supaya lebih yakin, “Coba belokin roda pas mobil jalan. Perhatikan, kalau suara hilang waktu mobil dibelokkan ke kiri, berarti bearing roda kiri sudah jelek. Sedangkan yang kanan masih bagus. Begitu juga sebaliknya,” Erwan. Intinya, saat dibelokkan ke kiri, roda kanan dapat beban lebih dan beban roda kiri berkurang. Dan karena beban kiri berkurang, maka bunyi pada laher ini pun hilang.
Untuk mengeceknya, semua roda mesti didongkrak.

Lantas putar roda memakai tangan hingga agak kencang, dan dengar bunyi yang muncul saat roda berputar. Bearing yang rusak akan menimbulkan bunyi gemuruh saat roda berputar. Lakukan pengecekan di keempat roda.

Perawatan Mobil Musim Hujan, Perhatikan Bagian Kaki-Kaki

Tips Mobil

Perawatan Mobil Musim Hujan, Perhatikan Bagian Kaki-Kaki

 
JAKARTA - Masih melanjutkan perihal perawatan kendaraan saat musim hujan (hal 1). Sebenarnya, bagian kaki-kaki juga tidak luput dari imbas musim hujan. Apalagi posisinya yang ada di bawah mobil terbilang rentan terkena cipratan air tergenang atau lumpur.

“Sebaiknya sehabis melintasi air tergenang, langsung bilas seluruh sektor kaki pakai air bertekanan tinggi,” jelas Awie. Setelah itu, lanjut Awie, basuh pakai sabun atau shampo pada permukaan yang rata. “Bisa juga dengan sabun deterjen di permukaan  sasis dan ban,” tutupnya