LMFAO - Party Rock Anthem


Get Free Music at www.divine-music.info


Rabu, 11 Januari 2012

AsiaNusa Bicara Soal Definisi Mobil Nasional dan Mobil Rakitan

Polemik Mobil Nasional

AsiaNusa Bicara Soal Definisi Mobil Nasional dan Mobil Rakitan


Jakarta - Esemka terus menjadi perbincangan, yang bahkan makin hari makin terbuka. Sebagian mengatakan itu mobil nasional, sebagian lagi mengatakan itu hanya rakitan. Terlebih setelah hadirnya mobil yang mirip di China dan India.

Lalu apa sebenarnya mobil nasional itu? Ketua bidang Pemasaran dan Komunikasi Asosiasi Industri Otomotif Nusantara (Asia Nusa) Dewa Yuniardi, coba memberikan defininya.

"Mobil nasional adalah mobil yang rancangan hak kekayaan intelektual dan ownershipnya punya indonesia. Ini sebagai permulaan, diluar itu semua ya hanya rakitan," ujar Dewa.

Kategori mobnas berarti, lanjut Dewa, buatan industri yang prinsipalnya adalah investor dalam negeri. Gambarannya, Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, semua sudah ada beberapa mobdel yang dirakit di Indonesia. Kenapa itu tidak disebut mobil nasional?

"Karena prinsipalnya tetap di Jepang! Karena yang investasinya tetap mereka, bukan kita yang kebetulan punya pabrik Toyota atau pabrik Daihatsu," papar Dewa.

Jadi, nantinya, mau dibuat oleh siapapun dan dimanapun, selama kita sudah menjadi prinsipal dan pemegang merek, maka itu mobil nasional kita dan tidak akan bisa diakui oleh siapapun yang bukan pemegang mereknya.

Nah, seharusnya kita juga bergerak ke arah yang seperti itu. Menjadi prinsipal dan pemegang merek dari mobil-mobil nasional kita. Syarat pertamanya, tentu harus ada hak paten ataupun hak kekayaan intelektual atas produk tersebut.

"Jadi nantinya setelah dipasarkan tidak akan ada yang menggugat atau menuntut, karena misalnya lampu yang digunakan punya merek ini, atau handle pintunya dari merek itu, dan lain sebagainya. Dengan menjadi prinsipal, kita akan aman ketika bermain di pasar global nantinya," ujar Dewa.

Dan sekarang, kenapa mobil nasional tidak pernah bisa menjadi prinsipal? Karena industri mobil nasional (mobnas) terganjal oleh kebijakan dan masih menjadi anak tiri dalam struktur industri di Indonesia.

Kebijakan sektor otomotif di Indonesia masih mengacu pada agen tunggal pemegang merek (ATPM). Akibatnya, sektor otomotif nasional masih terbatas pada perakitan, belum mencapai tahap industri.

"Jadi sebenarnya, kebijakan yang berpihak kepada industri otomotif nasional yang diharapkan sebagai bentuk bantuan dari pemerintah. Bukan hanya melulu pembebasan pajak dan subsidi yang sifatnya meringankan, tapi malah membuat kita terlena dan manja!, atau malah di tegur sama WHO seperti kasus Timor," tegas Dewa.

Esemka Tak Niat Jiplak Mobil China

Polemik Mobil Nasional

Esemka Tak Niat Jiplak Mobil China

Jakarta – Polemik yang beredar mengenai kemiripan SUV Esemka Rajawali dengan beberapa mobil di China dan India turut ditanggapi oleh pihak Kiat Motor melalui staff nya Weni yang dihubungi Otomotifnet.com.

Menurutnya, desain yang sama pada Esemka bisa saja terjadi karena mobil tujuh penumpang ini mengambil sebagian komponen yang sudah ada di pasaran. “Meski mirip tapi kami sama sekali tak niat untuk menjiplak dari mobil lain,” ujar Weni.

Ia menjelaskan salah satu alasan aplikasi komponen dari luar untuk efisiensi biaya. “Karena untuk membuat cetakannya terbilang mahal. Lagi pula mobil ini baru dalam tahap prototype, sebagai pembelajaran siswa SMK dan bukan produk massal,” timpalnya.

Tengok saja lampu depannya yang mirip Honda CR-V dan lampu belakang dari Isuzu Panther. Bahkan siluet bodi dan interiornya mirip dengan Force One di India dan Foday di China.

“Tapi sasis, mesin dan bodi kami kerjakan sendiri di Kiat Motor,” jelasnya sembari mengatakan jika pengerjaan komponen tersebut dapat dilihat di Kiat Motor, Klaten.

Asisten Haji Sukiyat, pemilik Kiat Motor Klaten ini sendiri menyatakan jika nanti jika mulai memasuki tahap produksi massal, desain Esemka akan berubah. “Untuk memasuki produksi massal, kami masih menunggu izin dari pemerintah dan investor yang siap mendanai proyek ini,” sebutnya.

Sementara saat dikaitkan dengan gugatan hak kekayaan intelektual (HAKI) mengenai tampilannya yang mirip, Weni menyatakan jika mobil ini masih prototype. “Ini merupakan hasil pembelajaran dan tidak dijual massal,“ tutupnya.

Senin, 19 Desember 2011

All New Honda CR-V, Cara Simpel Merawat Si Bandel


All New Honda CR-V, Cara Simpel Merawat Si Bandel

 
JAKARTA - Jangkung, gagah dan besar. Sekilas gambaran ketampanan ini bisa mendeskripsikan garis besar Honda CR-V, satu-satunya SUV andalan Honda di Indonesia. Nah, bagaimanakah perangai si gagah ini setelah sampai di tangan konsumen?

Rupanya All New Honda CR-V termasuk bandel. Bukan menyusahkan, lo. Maksudnya ketangguhannya membuat mobil ini relatif simpel buat dirawat. Ada beberapa poin yang bisa menjadi perhatian bagi Anda pemilik dan pemerhati SUV 5-seater ini. Apa saja? Yuk kita longok bareng.

Paket Tune-Up
Perawatan simpel mobil ini hanya sekadar penggantian saringan-saringan dan busi. Misalnya saringan udara mesin 2.000 cc sekitar Rp 200 ribu. Lantas saringan oli hanya Rp 35 ribu. Sedangkan busi Rp 20 ribu sebuah untuk yang biasa. "Kalau yang sudah pakai iridium Rp 250 ribu sebuah," papar Agus. Itu kalau parts orisinal. Busi iridium aftermarket sejenis hanya Rp 380 ribu empat buah.

Oli
Oli orisinal Honda dengan kekentalan 5W/30 bisa didapat dengan Rp 93.500 seliter (butuh 4 liter). Sedangkan oli aftermarket, bisa pakai mulai SAE 10W/40, "Namun sebaiknya ganti tiap 5.000 km. Kalau oli Honda bisa 10 ribu km," timpal Agus.

Perhatikan juga oli transmisinya. Penggantian dengan oli ATF Z1 dengan banderol Rp 75.900 per liter. Buat ganti cukup 3 liter, lain dengan kuras yang bisa butuh 10-12 liter.

Wiper
Wiper sempat jadi topik hangat karena tidak ditemui di pasaran. Namun usah khawatir. "Sekarang banyak kok. Mau karetnya saja ada, mau yang utuh juga ada," ujar Agus dari Maju Terus Motor, kios spare part Honda di Pasar Onderdil Palmerah blok B27.

Kalau mau karetnya saja hanya Rp 65 ribu. Sedangkan kalau komplet Rp 198 ribu (panjang) dan Rp 140 ribu (pendek).

Engine Mounting
Engine mounting sudah mulai ada yang pesan. Hal ini mirip dengan keluhan pada CR-V generasi sebelumnya. Peranti dudukan mesin ini tergolong liquid engine mounting. "Kemarin ini ada yang nyari, biasanya yang sebelah kanan. Pokoknya yang besar, deh," lanjut Agus seraya menyebut harganya bisa mencapai Rp 2,5 jutaan.

Getar terjadi karena mesin miring dan as roda tidak center lagi. Sehingga getar saat akan jalan. Salah satu trik sebelum diganti, bisa mengganjal engine mounting supaya posisi mesin kembali rata.

Karet bodi
Buat yang pernah mendengar suara nguung-nguuung.. ketika mobil berjalan, coba selidik lebih lanjut ketimbang hanya memeriksa kondisi ban. Karena suara itu bisa berasal dari celah antara pintu dan bodi. Pakai footstep bisa lebih parah lagi, terutama ketika jalan di tol.

Solusinya bisa menambahkan karet balon di sekeliling pintu. Bisa didapat di toko-toko karet dengan harga Rp 150 ribuan untuk empat pintu

Test Drive Subaru XV Cross Over, Mesin Boxer Pesaing Honda CR-V

Test Drive Subaru XV Cross Over, Mesin Boxer Pesaing Honda CR-V

 
JAKARTA - Hingga menginjakkan kaki di bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, OTOMOTIF masih sedikit bertanya-tanya dalam hati, seperti apakah cross over yang akan muncul pertama kali untuk pasar Asia di Thailand Motor Expo lalu. Ini merupakan kunjungan bersama PT Motor Image Indonesia, distributor Subaru di Tanah Air (7-9/12). Tentunya sekaligus menyaksikan peluncuran dan first drive Subaru XV.

TRANSMISI BARU
Cukup unik memang, kunjungan kali ini. Umumnya uji coba mobil dilakukan sesudah peluncuran perdana, kali ini malah sebaliknya. Uji coba dilakukan pada area showroom  Subaru di Bangkok yang memang memiliki fasilitas proving ground sebagai salah satu area di dalamnya.

Setelah beberapa acara penyambutan, lantas muncullah cross over terbaru dari Subaru itu. Subaru XV memiliki tubuh kompak, tak jauh berbeda dengan Subaru Impreza STI hatchback, hanya memiliki bodi lebih jangkung.

Mesinnya menggunakan horizontally opposited alias Boxer 4 silinder. "Ini merupakan mesin baru yang disandingkan dengan transmisi baru," ujar Glenn Tan, Group Chief Executive Motor Image Enterprises Ptd. Ltd. Kedua hal baru ini tentunya ditujukan untuk memberikan performa yang baik dengan konsumsi bahan bakar yang efisien.

 Lingkar setir dengan tombol pengatur audio dan cruise control(kiri atas). Mesin Boxer terkini dengan konsumsi lebih irit(kiri bawah). Kaki-kaki tak jauh berbeda dengan Subaru Impreza STI(kanan).
Meski begitu, Glenn belum menyebutkan angka pasti berapa konsumsi bahan bakar rata-rata mobil ini. Sebab, saat ini masih dalam tahap produksi di Malaysia, yang merupakan pabrik perakitan untuk Subaru XV yang dipasarkan di Thailand, Malaysia dan Indonesia. Sementara untuk pasar Kamboja, Cina, Hongkong, Singapura, Taiwan, Vietnam dan Filipina diimpor langsung dari Jepang.

Meski untuk urusan harga jual, ada ‘bocoran' kisaran Rp 300 juta sebagai harga jual di Indonesia. Kemungkinan akan hadir bulan September 2012. "Subaru XV akan muncul di Indonesia pada IIMS 2012," jelas Glenn. Sementara buat pasar Thailand pada Juli 2012.

Bagaimanakah performa cross over ini? Meski belum bisa merasakan performanya secara maksimal, OTOMOTIF sempat menjajal kemampuannya dalam hal akselerasi maupun manuver dengan melakukan slalom.

Akselerasinya tergolong cukup serta terasa halus dengan transmisi CVT-nya. Seperti diketahui, transmisi CVT sudah diaplikasi pada beberapa produk seperti Subaru Exiga, Outback dan bebebara lainnya. Namun, untuk XV sudah dikembangkan lagi agar bisa bekerja sama dengan mesinnya untuk menekan konsumsi bahan bakar agar lebih irit.

 Efek body roll minim
Sementara untuk bermanuver, ketika melakukan zig-zag dengan 4 orang di dalamnya ayunan atau body roll tak terlalu berlebihan. Tentu ini memang jadi unggulan dari tunggangan yang menggunakan mesin Boxer berpenggerak AWD, titik pusat gravitasi yang rendah membantu mengurangi efek body roll.

Sementara dari sisi interior dimensinya yang cukup lapang untuk 5 orang dewasa, dengan beberapa peranti yang cukup memanjakan penggunanya, seperti sunroof, cruise control serta tombol audio di setir.

Meski tampilannya tergolong sederhana dan tidak terlalu istimewa, tapi untuk yang ingin memiliki mobil yang ‘di luar rata-rata' Subaru XV memberikan pilihan cukup baik. 

Mengintip Industri Komponen Otomotif Cina

Mengintip Industri Komponen Otomotif Cina

 
JAKARTA - Pernah bayangkan, berapa jumlah komponen dalam pembuatan satu mobil? Mungkin ribuan, mungkin juga ratusan ribu. Lantas, berapa banyak pula parts untuk memproduksi 18 juta unit mobil dengan populasi sekitar 100 jutaan unit? Wow...

Yap itulah yang terjadi di negeri Cina. Dengan populasi kendaraan sebanyak itu pantas saja kalau industri komponennya sangat berkembang pesat. “Sekarang ada lebih dari 5.000 perusahaan otoparts di Cina,” jelas Wang dari CNAICO (China National Automotive Industry International Corp.).

Menurutnya, total ekspor komponen Cina sebesar 38 miliar dollar AS. Sedangkan impornya mencapai 23,5 miliar dollar AS. Tak salah makanya jika ‘nyempung’ ke dalam industri komponen Cina, Anda pun dijamin akan terheran-heran.

Seperti OTOMOTIF saat bertandang ke pameran komponen, aksesoris, peralatan perbengkelan dan jasa servis, Automechanika Shanghai, di Cina (7-9/12), bukan mustahil negeri Tirai Bambu ini bakal menguasai industri otomotif dunia, mengalahkan Amerika dan Eropa.

 Turbo from Cina ini diklaim menyerupai turbo-turbo dari Eropa atau Amrik. Sttt.. gak cuma satu lo pembuat turbo. Ada lebih dari 5 merek yang ikut pameran!(kiri atas). Wiper blade hybrid sedang hype, hampir pembuat wiper gencar mempromosikan (kanan atas). Labelan Xiaoyang, spesialis pembuat aksesoris khusus mobil Volkswagen. Headlamp custom (kanan bawah) VW Golf mk. VI dihargai 100 dollar AS per pieces(kiri bawah). Tire changer merek Bright buatan Cina ini dipromosikan bisa dilakukan oleh wanita. Sebab mulai buka ban sampai mengangkat pelek dilakukan secara otomatis(kanan bawah).
Makanya, tak salah pula, negara-negara lain di luar Cina ingin mengintip industri komponen otomotif di Cina. Seperti pada pameran ke-7 yang dihelat oleh Messe Frankfurt (Shanghai) Co. Ltd. dan CNAICO ini.

“Di sini pameran paling besar di Asia karena diikuti 3.600 eksibitor dari 36 negara. Dengan 13 hall di luas lahan 160.000 m2,” papar Michael Johannes, vice president Messe Frankfurt Exhibition GmbH.

Yang tak kalah penting, di gelaran ini pula dihadiri buyer (pembeli) dari seluruh dunia. Mulai Australia, India, Iran, Malaysia, Timur Tengah, Pakistan, Peru, Eropa, Amerika hingga Indonesia. “Kami targetkan dikunjungi lebih dari 60.000 pengunjung,” imbuh Michael.

Nah, penasaran pengin tahu seperti apa komponen Cina dan negara lain? Silakan simak intipan OTOMOTIF langsung dari Automechanika Shanghai.

Sabtu, 17 Desember 2011

Atasi Bunyi Tek, Tek, Tek Pintu Honda Freed, Pakai KONDOM Biar Tak Longgar

Tips Mobil

Atasi Bunyi Tek, Tek, Tek Pintu Honda Freed, Pakai Kondom Biar Tak Longgar

 
JAKARTA - Pada sebagian besar pemilik Honda Freed bukan menjadi rahasia lagi kalau pintu geser samping agak bermasalah. Terutama timbulnya bunyi-bunyian tek,tek, tek.

“Walaupun sudah tertutup rapat bunyi tek, tek, tek masih terdengar. Apalagi kalau lewat jalan rusak, bunyinya jadi lebih keras,” ungkap Sandra Febria, pemilik Freed warna hitam tahun 2010.

Untung, wanita ini tergabung dalam F3C (Freed For Fun Community). Berbekal obrolan dengan komunitasnya, masalah pintu tersebut bisa diselesaikan. “Saya dengar, dikasih semacam kondom,” ujar ketua umum F3C ini.

Menurut S. Gunawan, service manager bengkel resmi mobil Honda Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jaksel, kondom tersebut berfungsi sebagai pengganjal supaya tidak menimbulkan bunyi.

Karena, kata Gunawan, sumber bunyi yang mengganggu kenyamanan itu ada pada dua ‘penonjok’ yang ada di pintu (Gbr. 1) dan dua lubang yang menempel di pilar pintu (Gbr. 2).

Meskipun pintu sudah tertutup rapat namun masih ada celah. Alhasil, karena longgar, penonjok dan lubangnya saling bersentuhan dan menimbulkan bebunyian.

Solusinya, memberi ‘ganjalan’ berupa kondom pada batang penonjoknya itu. “Kondomnya dari karet bisa dari apa saja. Biasanya saya pakai penutup bekas slang kompresor AC atau lainnya,” sahutnya.

Yang penting, panjang dan diameter kondom harus pas dengan batang penonjok (Gbr. 3). “Kondomnya jangan ketebalan, nanti pintu susah ditutup,” saran Gunawan.

Jika sudah nemu ukuran yang pas, lanjutnya, pintu harus disetel ulang. Penyetelan harus dilakukan agar pintu dapat tertutup rapat. Soalnya setelan pintu akan berubah karena sudah ditambahi kondom.

Gunakan kunci pas/ring 10 untuk menyetel dudukan lubang penonjok (Gbr. 4). “Setel sampai pintu dapat tertutup rapat kembali,” tegasnya pria yang sudah melakukan tips ini ke sejumlah Freed pelanggannya.

Problem Klasik Hyperunderbone Suzuki Satria F150

Problem Klasik Hyperunderbone Suzuki Satria F150


Kenali ragam masalah di Satria F 150
Suzuki Satria F 150 bukan cuma sporty dan kencang, tapi juga tangguh di segala medan. Meski terkenal tangguh, kadang muncul masalah klasik yang kerap dialami bebek Hyperunderbone ini. Seperti muncul gejala mbrebet saat akselarasi, mesin sulit hidup kalau habis kena air atau muncul suara berisik di mesin bagian atas.

Jangan takut, karena semua ada solusinya. Semisal mbrebet di rpm rendah pas lagi macet dan mesin telat merespon bukan gas. Biasanya gejala disebabkan pengapian atau  setingan di karburator.

“Kalau dari pengapian mungkin elektroda busi sudah lemah. Sedang dari karburator, bisa jadi ada kebocoran pada intake atau karet vakum. Kalau di karet vakum, bensin jadi telat masuk dan susah langsam selain timbul gejala mbrebet,” ujar Maman Sugiman alias Boim, kepala Instruktur HMTC cabang Depok.

Beda lagi kalau mesin susah hidup pas kehujanan atau pasca dicuci. Biasanya korslet antara kabel busi dengan massa di mesin atau rangka akibat terhubung air. Apalagi posisi mesin vertikal dan dekat roda depan, hingga memudahkan air masuk ke tutup busi.

“Biar gak korslet, cek lubang aliran pembuangan air di bawah sambungan knalpot agar tidak ada kotoran menyumbatnya," lanjut Boim yang tugas di Jl. Raya Tole Inskandar No. 9A, Depok.

Terakhir, jika suara berisik yang terdengar dari head dan blok sebelah kiri. Untuk urusan yang satu ini, nggak salah kalau disebabkan rantai keteng yang dimensinya mulur. Apalagi rantai mini itu mesti memutar 2 camshaft serta menahan saluran tenaga dari kruk-as.

“Masalah ini umumnya dari rantai keteng kendur. Tapi, kalau bukan dari rantai, coba cek kondisi tensionernya. Apakah masih bisa menegangkan rantai dalam kondisi normal. Sebab kalau sudah tidak normal dan rantai tidak segera ganti baru, posisi rantai akan tetap terus kendur,”